Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong

KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT MUKIM DAN GAMPONG

Kategori : Government Selasa, 01 Agustus 2017 - Oleh admin

 

                                                                                                                                                                                                   

 

Rapat Tim Koordinasi Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Rastra
Tahun 2017
Banda Aceh, 12 Juli 2017

Penyaluran beras bersubsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah telah dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1998. Program ini pada awalnya disebut dengan Operasi Pasar Khusus (OPK) yang dilaksanakan sebagai program darurat untuk merespon krisis ekonomi yang terjadi pada saat itu. Pada perkembangannya, program beras bersubsidi diperluas fungsinya sebagai bagian dari program perlindungan sosial yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah dalam pemenuhan hak dasar berupa kebutuhan pangan pokok dan dikenal dengan sebutan Raskin/Rastra.

Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, bantuan subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah akan ditransformasikan menjadi bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program, serta mendorong inklusi keuangan. Kelompok Masyarakat Miskin/Kelompok Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan electronic voucher (e-voucher) dalam bentuk kartu, dan dapat membeli beras sesuai dengan kualitas yang diinginkan dan dapat dikombinasikan untuk pembelian bahan pangan lainnya dengan pilihan yang lebih beragam serta sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Oleh karena itu, pada tahun 2017 transformasi Program Rastra menjadi Program Bantuan Pangan Non Tunai mulai dilaksanakan bertahap di 44 kota terpillih, sementara Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dan Kabupaten/Kota lainnya masih menggunakan mekanisme penyaluran dengan pola subsidi (Rastra).

Rapat Tim Koordinasi Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Rastra Tahun 2017 ini dilaksanakan dalam rangka mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi dalam proses pelaksanaan program raskin/rastra, mulai dari penyaluran beras sampai pada tahap pelaporan. Proses dilakukan mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Gampong bahkan sampai kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM), sehingga benar-benar mendapat informasi dan data yang akurat sebagai bahan penyelesaian.

Program rastra merupakan Implementasi dari Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Perberasan Nasional, menginstruksikan kepada Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian tertentu serta Gubernur dan Bupati/Walikota untuk melakukan upaya peningkatan pendapatan petani, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi perdesaan dan stabilitas ekonomi.

Pemerintah Pusat memberikan subsidi pembelian beras yang dilaksanakan oleh Perum Bulog untuk disalurkan sampai titik distribusi (TD), untuk selanjutnya Pemerintah Daerah melaksanakan penyaluran rastra dari TD sampai RTS-PM raskin melalui 6 tepat (tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga dan tepat administrasi)

Dalam rangka mendapatkan hasil yang efektif dalam pelaksanaan program raskin serta untuk menciptakan harmonisasi dan sinergisitas antar SKPA/SKPD maka dibentuk tim Koordinasi Raskin Provinsi dan Kabupaten/Kota yang salah satu bidang didalamnya menyangkut dengan Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) dibawah Koordinasi DPMG Aceh dan DPMG Kab/Kota.

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 511.1/574/2017 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Raskin Aceh Tahun 2017 dan ditindak lanjuti Dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 412.25/5347/2017 tentang Pembentukan Sekretariat Unit Pengaduan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Raskin Tahun 2017. Unit pengaduan masyarakat bertugas menerima, mengkoordinasi dalam rangka penyelesaian dan atau menyalurkan pengaduan masyarakat kepada instansi yang terkait untuk menindak lanjutinya. Pengaduan masyarakat berupa keluhan, kritik, saran dan pendapat untuk perbaikan pelaksanaan program raskin.