Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong

Sekda Aceh Dorong Percepatan Penetapan APBDes 2020

Kategori : Sekretariat DPMG Aceh Selasa, 28 Januari 2020 - Oleh admin

TAKENGON - Perencanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2020 harus dapat diselesaikan paling telat tanggal 20 Desember 2019.

Kemudian pada 10 Januari 2020 nanti sudah dapat direalisasikan untuk membiayai pembangunan desa atau gampong.

Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, menyampaikan hal ini dalam Pertemuan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dan Gerakan BEREH, Kabupaten Aceh Tengah.

Pertemuan di hadapan 1.039 pengelola dana desa ini berlangsung di Gedung Olah Seni (GOS), Takengon, Aceh Tengah, Minggu (8/12/2019).

BEREH adalah Program Pemerintah Aceh yang merupakan kepanjangan dari Gerakan Bersih, Rapi, Estetis, dan Hijau.

Menurut Sekda Taqwallah, pemerintah telah kuncurkan dana desa sejak tahun 2015, namun penggunaannya belum efektif.

Dana desa yang mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun belum mampu mengatasi pengangguran dan menekan angka kemiskinan di kalangan penduduk desa. 

"Dana desa harus dapat membuka lapangan kerja bagi warga dan mengurangi orang miskin di desa," kata Taqwallah.

Menurut mantan dokter Puskesmas sejumlah kecamatan di Aceh itu, penyebab belum optimal dan efektifnya dana desa selama ini karena selalu terlambat penetapannya. 

Selain itu, juga tidak efektif perencanaannya.

"Penetapan APBDes rata-rata pada April dan realisasi baru terjadi pada bulan Juli dalam tahun berjalan," kata Taqwallah.

Akibatnya, lanjut Taqwallah, sisa waktu pelaksanaan anggaran tinggal lima bulan. 

Oleh karena itu, acap kali tidak mencapai target pembangunan desa yang ditetapkan sebelumnya.

Fenomena inilah yang menghambat kesejahteraan rakyat, karena dana pembangunan tidak direalisasikan secara optimal dan efektif.

"Bila dana desa tidak direalisasikan dengan cepat, sama artinya menunda kesejahteraan masyarakat desa," kata Taqwallah.

Selanjutnya Sekda Aceh itu memberi arahan bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan di desa.

Pengangguran di desa hanya bisa diatasi dengan cara menyediakan lapangan kerja baru.

Hitung berapa jumlah penduduk yang tidak memiliki pekerjaan di desa, tapi mereka mau bekerja.

Kemudian merancang program pemberdayaan ekonomi yang dapat melibatkan mereka bekerja di sana," anjur Sekda.

Program pembangunan yang dirancang sedapat mungkin tidak membuat dana desa "lari" ke luar desa dalam pelaksanaannya.

"Bahan baku ada di desa, pekerjanya warga desa dan hasilnya untuk kesejahteraan desa," kata Taqwallah.

Peran pendamping sangat penting dalam mengarahkan rancangan program desa yang cerdas dan memberdayakan.

"Dana desa harus memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, bukan membelanjakan seluruhnya ke luar desa," pungkas Taqwallah.

Pertemuan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dan Gerakan BEREH, Kabupaten Aceh Tengah, itu antara lain diikuti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampung (DPMG) Aceh Azhari, SE MSi.

Selain itu, Sekda Aceh Tengah Karimansyah SE MM, Kepala DPMG Aceh Tengah Drs. Latif Rusdi MM, 295 Reje (kepala desa) dan 295 tuha peut desa.

Selain itu, ratusan pendamping dari Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Tengah, dan desa di Aceh Tengah.  (*)

https://aceh.tribunnews.com/2019/12/08/sekda-aceh-dorong-percepatan-penetapan-apbdes-2020